CEGAH DIFTERI DENGAN IMUNISASI LENGKAP PADA ANAK DAN VAKSINASI BOOSTER PADA DEWASA**PelitaNews**BUAH YANG MENGGANGU KERJA OBAT SAAT DIMAKAN BERSAMA OBAT**PelitaNews**PELITA KASIH MENGUCAPKAN SELAMAT BERPUASA. SEMOGA KITA SEMUA SEMAKIN NIAT MENJAGA KESEHATAN

Rabu, 15 Mei 2019

Pengobatan dan Pencegahan Cacar Monyet


Pengobatannya tidak ada yang khusus. Artinya, pengobatan hampir seperti menangani cacar air pada umumnya. Untuk pencegahan dengan vaksinasi, belum ada vaksinasi yang khusus untuk mencegah penyakit cacar monyet. Namun, dilaporkan bahwa vaksin cacar air/ smallpox mampu memberikan pencegahan penyakit sebesar 85%. Vaksin sangat dianjurkan bagi Anda yang hendak bepergian ke daerah yang endemis penyakit cacar monyet ini.

Pencegahan.

Tindakan pencegahan yang dianjurkan adalah mengurangi kontak dengan tikus dan monyet, termasuk menghindari mengkonsumsi daging hewan tersebut yang tidak dimasak dengan baik/ tidak matang. Kontak fisik dengan penderita yang dicurigai infeksi cacar monyet sebaiknya dikurangi/dihindari, hampir sama seperti pencegahan pada cacar air. Bagi tenaga kesehatan atau yang merawat penderita atau merawat hewan peliharaan, sebaiknya gunakan pengaman diri seperti sarung tangan, baju khusus/pelindung, dan masker.

Hasil gambar untuk vaksin cacar
Melakukan vaksinasi cacar juga baik bagi Anda yang akan pergi ke luar kota atau bagi tenaga kesehatan dengan tingkat resiko yang tinggi.

<Cacar Monyet>






Tanda dan Gejala Cacar Monyet


Hasil gambar untuk cacar monyet

Gejala cacar monyet lebih ringan dibandingkan cacar air pada umumnya. Tandanya menetap selama 14 – 21 hari, meliputi : demam, sakit kepala yang berat, pembesaran kelenjar lympa, sakit punggung, nyeri otot, dan perasaan seperti kehabisan tenaga.

Kemerahan pada kulit wajah umumnya mengawali tanda sakit, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Kemerahan ini dapat muncul pula menjadi bintik berisi air (sama seperti cacar) lalu pecah dan membentuk keropeng.

Oleh karena keluhan dan gambaran di kulit hampir mirip dengan cacar air, maka perlu pemeriksaan khusus untuk meyakinkan apakah penyakit cacar biasa atau cacar monyet yang menjadi penyebabnya. Pemeriksaan khusus yang dimaksud adalah pemeriksaan laboratorium untuk mengecek jenis virus.


<Pengobatan dan Pencegahan>

CACAR MONYET (Human Monkeypox)


Hasil gambar untuk cacar monyet

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus. Virus ini berada dan berkembang pada hewan. Jadi penyakit cacar monyet ini adalah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Penyakit ini umumnya dijumpai di Afrika Tengah dan Barat. Kasusnya ditemukan di daerah hutan tropis di mana kontak erat terjadi antara manusia dan hewan pembawa (monyet, tikus, tupai). Kontak yang dimaksud adalah bersentuhan langsung (tanpa sarung tangan atau pengaman) dengan bagian hewan yang terinfeksi seperti : darah, cairan tubuh, atau bagian luka kulit pada hewan yang terinfeksi.

Belum ada bukti yang menunjukan penularan antara manusia satu ke manusia yang lainnya. Meskipun demikian, kontak erat dengan penderita yang dicurigai cacar monyet harus dihindari.


<Tanda dan Gejala>

Jumat, 23 November 2018

FAKTA DAN MITOS SEPUTAR IMUNISASI

Jalan panjang dan berliku tampaknya masih harus dilalui anak-anak di Indonesia untuk dapat hidup sehat terbebas dari penyakit.
Kenapa jalannya  panjang dan berliku?
Karena kenyataan di masyarakat Indonesia pemahaman orang tua sering kali malah menjadi lika-liku jalan tersebut.
Ambil contoh saja pada program imunisasi, baik berskala nasional maupun individual.

Imunisasi merupakan upaya aktif untuk mencegah maupun meningkatkan diri terhadap serangan penyakit yang spesifik. Aktif artinya kita sebagai manusia secara sadar menciptakan perlindungan terhadap penyakit spesifik/tertentu dengan "mengenalkan" penyakit tersebut kepada diri kita sendiri. Pengenalan secara lebih awal ini akan membentuk pertahanan yang lebih awal juga. Kelanjutan ceritanya, ketika ada musuh penyakit yang sama datang menyerang, tubuh kita sudah siap dengan pertahanannya.

Pengenalan secara awal ini didapatkan dari vaksin imunisasi. Vaksin yang beredar di masyarakat umumnya terdiri dari kuman yang dilemahkan atau dapat juga hanya bagian-bagian kecil dari kuman. Jadi bukanlah kuman penyakit yang benar-benar kuat/potent. Namun, meskipun bukan kuman yang kuat ataupun bukan seluruh bagian kuman, namun tubuh sudah dapat mengenali dan mampu membentuk perlindungan bagi diri kita.
Anggap saja seperti seekor anjing penjaga yang dilatih untuk mengenal pencuri dari aroma pencuri (hanya aroma pencurinya saja), misalnya kaos kakinya. Ketika pencuri yang utuh mencoba masuk, anjing penjaga sudah tahu bahwa itu adalah pencurinya dan langsung berteriak guk guk guk, bahkan langsung menggigit! Dia membentuk perlindungan bagi tuannya.

Nah, untuk meningkatkan wawasan bagi orang tua maupun masyarakat secara umum, kali ini kami memberikan informasi seputar imunisasi, khususnya imunisasi MR karena sejak bulan September imunisasi ini diperkenalkan di seluruh Indonesia.
Silakan menyimak informasinya di bawah ini ya, bapak/ibu :

Sabtu, 02 Juni 2018

Jadwal Praktik Pelita Kasih Juni 2018


Salam C.E.R.D.I.K,
Bapak/Ibu,

Sehubungan dengan jadwal DINAS LUAR dan CUTI BERSAMA, Pelita Kasih akan mengatur jadwal pelayanan kami.

Sesuai yang tertuang pada jadwal Cuti Bersama berikut, maka jadwal Cuti Bersama dimulai dari tanggal 11 Juni hingga tanggal 20 Juni.
Tanggal 21 Juni Praktik dapat dimulai seperti biasa.


Selasa, 03 April 2018

PENYAKIT KELAMIN SUPER!!!


Hasil gambar untuk super bakteri gonore
Penyakit yang semakin kuat (Kuman Super) tampaknya sudah mulai banyak bermunculan. Taukah Anda bahwa penyebab Kuman Super ini tidak terjadi dengan sendirinya. Bisa jadi,penyebabnya dikarenakan oleh Anda dan Saya.

Baru-baru ini diberitakan di Inggris, seorang Pria mendapatkan penyakit kelamin Gonorhea yang super! Kalau manusia-nya yang super sih tidak apa-apa. Ini penyakitnya yang super. Dengan pengobatan standar, penyakit Gonorhea ini tidak sembuh. Sampai, dokter di Inggris harus menggunakan antibiotik terbaru untuk menyembuhkannya.

Saya garis bawahi kata HARUS disini sebagai suatu keterpaksaan. Bagaimana mungkin penyakit yang sebenarnya “mudah” untuk disembuhkan kini menjadi ganas dan super???